Sejarah Desa

Sejarah Desa

Sejarah Desa Gandri Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan

Desa Gandri Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan berawal dari sebuah umbulan yang terletak di tengah padang ilalang, yang sebelumnya berasal dari sebuah dusun yaitu Dusun Tanjung Sari yang terletak di sebelah utara Way Pisang (pinggir way pisang kecamatan penengahan). Setelah proyek PT. Jaka Utama berdiri Dusun tersebut bubar sebab warga yang berada di kawasan tersebut diusir dan tidak boleh menetap diwilayah tersebut. Karena merasa terganggu akhirnya sebagian warga berpindah kesebelah utara yang letaknya di umbul kenihai.

Pemerintah Desa Kelaten Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan merasa prihatin menyaksikan warganya yang menderita dan terlunta-lunta dalam bertempat tinggal. Kemudian Pihak Pemerintah Desa dan Kecamatan membimbing serta mengarahkan warga setempat agar tempat tinggal baru itu diberi nama Dusun Tanjung Sari yang merupakan Dusun kelima dari Desa Kelaten.

Pada saat membuka dan membuat umbulan (pemukiman) warga banyak menemukan pohon GANDRI (Red. Dalam Bahasa Jawa sebagian menyebut pohon Klandri, Baha Lampung : Kinihai, Bahasa Sunda : Kenyere dll). Lambat laun warga lebih suka menyebut Dusun Tanjung Sari dengan sebutan Dusun Gandri. Kemudian berubahlah Dusun Tanjung Sari menjadi Dusun Gandri Desa Kelaten Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan.

Demi memperlancar hubungan Pemerintahan Dusun dan Warga ke Pusat Pemerintahan Desa Kelaten, masyarakat bergotong royong membuat jalan tembus yang menghubungkan Dusun Gandri dan Desa Kelaten. Namun setelah pembuatan jalan tembus selesai tiba-tiba PT. Jaka Utama mengadakan perluasan areal dan melarang meneruskan pembuatan jalan tersebut, dengan alasan melintasi kawasan PT. Jaka Utama. Masyarakat pun hanya menurut saja pada larangan tersebut dan membuat jalan terobosan baru di lain tempat, namun gagal lagi setelah tinggal 500 M2 lagi dapat menembus Way Pisang, PT. Jaka Utama kembalai mengadakan perluasan areal dan lagi-lagi melarang warga untuk meneruskan jalan terobosan tersebut. Larangan ini membuat warga kesal dan sangat kecewa sehingga menghentikan keinginannya.

Pada tahun 1996 Kepala Desa Kelaten mengajak sekaligus memimpin warganya untuk melanjutkan pembuatan jalan tersebut hingga akhirnya jalan tersebut dapat diselesaikan. Namun karena kondisi jalan yang sangat sederhana dengan kondisi yang naik turun perbukitan, terjal dan cukup jauh, masyarakat pun enggan melewatinya.

Meski masih dalam keadaan Infrastrukutr desa yang masih sangat minim sekali, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung No. 99 Tahun 1997 tepatnya pada Tanggal 28 Juli 1997 Dusun Gandri beralih status menjadi Desa Persiapan dengan  Pjs. Kepala Desa Gandri : Pandi Utomo sebagai Kepala Desa Pertama Desa Gandri. Dan pada Tanggal 23 September 1998 Desa Gandri di Definitifkan menjadi Desa yang resmi di Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan.

Sejak terbentuknya Dusun Tanjung Sari  Tahun 1972 masyarakat berusaha mengadakan saran pendidikan dengan mendirikan sekolah dengan meminjam rumah salah satu warga dan mengangkat seorang guru honorer untuk mendidik siswa-siswi yang bersekolah. Setahun kemudian masyarakat berswadaya membangun gedung sekolah. Seiring dengan berjalannya waktu sekolahan tersebut semakin menunjukan hasilnya sehingga dapat berkembang dengan pesat, yang akhirnya mendapatkan bantuan INPRES sekaligus dengan guru PNS nya. Kini meski berada di daerah terpencil sekolah itu masih tetap exis dan mampu menghantarkan lulusannya bersekolah kejenjang yang lebih tinggi bahkan sampai ke perguruan tinggi bersaing dengan lulusan-lulusan dari sekolah lain dan dapat bekerja baik berwiraswasta, di instansi swasta maupun instansi pemerintah.

Dalam perjuangan yang dilakukan demi pembangunan serta kemajuan Desa Gandri, mengalami banyak hambatan-hambatan, diantaranya:

  1. Dalam memasarkan hasil usaha tani dan perkebunannya, warga mengalami kesulitan, diantaranya disebabkan karena transportasi yang belum memadai dan harga hasil tani masih rendah.
  2. Sejak berdiri Dusun Tanjung Sari sampai dengan saat ini menjadi Desa Gandri, masyarakat belum bisa membuat Sertifikat atas tanah yang dimiliki.
    Untuk itulah Pemerintah Desa terus berjuang dan melakukan upaya-pupaya kepada pihak-pihak terkait agar tanah yang dimiliki oleh Warga Desa Gandri bisa bersertifikat, bukan hanya mempunyai hak garap dan menempati saja.
  1. Masih belum maksimalnya hubungan Pemerintahan Desa dengan Kecamatan karena jarak tempuh yang sangat jauh, jalan terobosan yang diawali  sejak beberapa tahun yang lalu belum juga terselesaikan pembbangunannya, bahkan sekarang terbengkalai.

Setelah tahun berganti tahun kemajuan Desa Gandri pun semakin terasa. Keberhasilan dan kemajuan yang sudah dirasakan oleh warga diantaranya:

  1. Warga berhasil membangun Dusun menjadi Desa yang diharap-harapkan sejak lama.
  2. Untuk menunjang pendidikan warga yang sebelumnya meminjam rumah warga, akhirnya mampu mendirikan Sekolah Dasar Negeri Gandri.
  3. Dalam HUTRI Ke-50 TK. Kecamatan Dusun Gandri mendapat Juara 1 Kebersihan.
  4. Pada tahun 1994-1995 Dusun Gandri mendapat Juara KB Tapis Kencana.
  5. Membangun berbagai fasilitas diantaranya, Masjid Nurul Iman Gandri, Mushala, Pos Ronda, Gapura, membuat badan jalan antar wilayah setempat, jembatan dll.
  6. Mendapat bantuan PUSTU beserta bidannya, Gedung SD INPRES, dan bantuan-bantuan lainnya yang dapat dirasakan langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat.
  7. Desa Gandri dapat sejajar bersaing dengan Desa lain sewilayah Kecamatan Penengahan dengan selalu mengikuti program-program dan event-event yang diadakan ditingkat Kecamatan.
  8. Pada tanggal 21 Agustus 2001 mendapat bantuan dari TNI (Koramil Kecamatan Penengahan) dalam menyelesaikan pembuatan jalan tembus ke Kecamatan Penengahan meski belum seluruhnya di Onderlagh/diaspal.
  9. Selain itu juga program pengerasan jalan hingga pengaspalan,jembatan,talud serta irigasi dan gedung TPA baik dari APBD maupun APBN melalui program PNNM.

Dalam masa Pemerintahan Desa Gandri telah mengalami beberapa kali pergantian Kepala Dusun//Kepala Desa. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Bp. SUKIJO                          Kepala Dusun Gandri                 : Tahun 1972 – 1978
  2. Bp. PANDI UTOMO            Kepala Dusun Gandri                 : Tahun 1978 – 1982
  3. Bp. M. SUKARMIN             Kepala Dusun Gandri                 : Tahun 1982 – 1986
  4. Bp. PANDI UTOMO            Kepala Dusun Gandri                 : Tahun 1986 – 1988
  5. Bp. PANDI UTOMO            Kepala Dusun Gandri                 : Tahun 1989 – 1997
  6. Bp. PANDI UTOMO            Pjs. Kepala Desaa Gandri           : Tahun 1997 – 1998
  7. Bp. PANDI UTOMO            Kepala Desa Gandri                    : Tahun 1998 – 2002
  8. Bp. PANDI UTOMO            Kepala Desa Gandri                    : Tahun 2002 – 2006
  9. Bp. TURISMAN                   Kepala Desa Gandri                    : Tahun 2007 – 2013
  10. Bp. TURISMAN                  Kepala Desa Gandri                    : Tahun 2013 –  2019

Berikut adalah urutan Pejabat Kepala Desa Gandri Kecamatn Penengahan  Kabupaten Lampung Selatan:

NO

NAMA KEPALA DESA

TAHUN PEMERINTAH

1

PANDI UTOMO

1998 s/d 2002

2

PANDI UTOMO

2002 s/d 2006

3

GUNARTO (Pjs)

2006 s/d 2007

4

EKSAN (Pjs)

2007 s/d 2008

5

TURISMAN

2008 s/d 2013

6

TURISMAN

2013 s/d 2019

 

Bagikan artikel ini:

Kotak komentar untuk halaman ini ditutup.